PENGERTIAN RENANG DAN JALAN CEPAT

Gaya Dada




Gaya renang dada adalah sebuah teknik  dalam renang yang menyerupai cara katak pada saat berenang. Umumnya gaya dada juga biasa disebut dengan gaya renang katak.

Dibandingkan dengan macam-macam gaya renang lainnya, kecepatan rata-rata gaya dada adalah lebih rendah dikarenakan fokus gaya adalah untuk menggerakkan tubuh secara teratur. Gaya renang yang satu ini sangat cocok bagi orang-orang yang ingin berenang secara santai.

Teknik gaya dada terletak pada kekuatan tangan dan kaki. Kekuatan tangan dan kaki ini guna mendorong badan ke depan. Titik kekuatan penuh tangan terletak pada saat pertukaran atau pengambilan nafas. Pengambilan nafas dilakukan ketika mulut berada di permukaan air setelah 1: 2 gerakan pada tangan dan kaki.
Pada gaya ini diperlukan kemampuan tangan untuk mendorong ke bawah saat kepala naik ke atas untuk melakukan pernafasan.

Gaya Bebas



Dalam cabang olahraga renang, gaya bebas merupakan salah satu gaya yang sering dipakai untuk olimpiade atau perlombaan dalam renang. Renang gaya debas adalah  teknik dalam renang yang menggunakan kebebasan tangan dan kaki untuk melakukan gerakan agar badan kita dapat meluncur di air dengan laju yang cepat.
Bernama gaya bebas, namun bukan berarti teknik yang dipakai bebas. Tentunya dalam gaya renang bebas juga memiliki aturan-aturan. Pada saat akan melakukan gaya renang ini, posisi tubuh berada di atas permukaan. Saat melakukan renang dengan gaya ini, wajah menghadap ke permukaan air.
Tangan digunakan untuk mengayuh ke depan sedangkan kaki menendang dengan melakukan gerakan seperti menggunting.
Dalam cara pengambilan nafas, tekniknya adalah saat tangan diangkat ke atas untuk mengayuh, kepala kemudian digelengkan ke samping kanan atau kiri secara bergantian. Secara bersamaan lakukan pernafasan dengan mulut maupun hidung.

Gaya Kupu-kupu



Renang gaya kupu-kupu merupakan teknik renang hasil dari pengembangan teknik renang gaya dada. Pada teknik dasar gaya renang ini, paling utama kekuatan terletak pada kemampuan lengan. Gaya kupu-kupu dilakukan dengan posisi dada menghadap permukaan air.
Gaya renang kupu-kupu yang mempunyai pusat kekuatan di lengan, membuat gerakan pada gaya ini mirip dengan lumba-lumba yang masuk ke dalam air kemudian keluar saat terjadi dorongan ke bawah oleh tangan. Sedangkan untuk kaki, lurus rapat dengan tetap bergerak mengikuti alur gerakan badan.
Beberapa orang juga menyebut gaya renang kupu-kupu sebagai gaya renang lumba-lumba. Kecepatan rata-rata gaya kupu-kupu adalah lebih cepat dibanding kecepatan gaya bebas. Namun yang perlu diketahui juga, gaya renang ini juga sangat membutuhkan tenaga dan kekuatan yang ekstra lebih besar ketimbang gaya-gaya lainnya.

Gaya Punggung



Gaya renang yang juga sering diajarkan untuk pelajaran olahraga di sekolah adalah gaya renang punggung. Gaya renang punggung adalah teknik dalam renang dengan posisi badan terlentang menghadap ke atas. Untuk punggung tetap berada di permukaan air.
Untuk gerakan tangan dan kaki memiliki kesamaan dengan gaya bebas, namun bedanya untuk gaya ini dengan keadaan terlentang. Pengambilan nafas pun dapat dilakukan kapan saja karena memang kepala yang berada di atas permukaan air.
Berbeda dengan gaya dada, gaya bebas maupun kupu-kupu, start lomba renang gaya punggung dilakukan dengan posisi tubuh menghadap ke dinding, untuk kedua tangan berpegangan pada besi pegangan tepi kolam, kaki ditekuk dengan telapak kaki bertumpu pada dinding kolam dan berada diantara lengan tangan.


Jalan Cepat



Pengertian jalan cepat atau yang juga disebut dengan istilah Race Walking merupakan sebuah gerakan maju dimana kaki akan melangkah dengan hubungan yang tidak terputus dengan tanah. Ketika seseorang berjalan cepat, maka ia harus memastikan bahwasanya kaki depan harus selalu menyentuh tanah sebelum kemudian kaki belakang akan meninggalkan atau tidak menginjak tanah.

Pada saat satu kaki berada di tanah, maka posisi kaki tersebut harus lurus atau tidak boleh bengkok serta tumpuan kaki juga harus berada pada posisi lurus. Biasanya perlombaan jalan cepat akan menempuh jarak kurang lebih 3000 atau bahkan sampai 100 kilometer.

Setelah mempelajari mengenai pengertian atau definisi dari lari cepat, maka berikut ini harus juga harus paham mengenai apa saja teknik dasar jalan cepat yang wajib dipelajari dan dikuasai oleh setiap atlet lari jalan cepat agar ia bisa menjadi atlet yang bisa diandalkan.

1. Teknik awalan


Umumnya, hal dasar yang harus dipelajari oleh seorang atlet lari adalah teknik awalan karena hal ini merupakan pondasi atau teknik dasar yang harus dilakukan sebelum melangkah ke teknik selanjutnya. Dengan mempelajari teknik awalan yang benar dan sesuai aturan, maka anda juga bisa mempelajari tentang cara menjadi atlet lari Indonesia yang bisa diandalkan di cabang olahraga lari.

Langkah-langkah yang harus anda lakukan adalah sebagai berikut:

Atlet harus bersikap bersedia yakni dengan berdiri pada belakang garis
Ketika wasit telah memberikan isyarat, maka atlet harus meletakkan salah satu kakinya dengan posisi lurus ke belakang sementara untuk kaki yang lain harus digerakkan ke depan. Gerakan ini masih berada di belakang garis dan jangan lupa untuk sedikit menekuk.
Posisi badan anda harus lurus dengan sedikit maju ke depan, dan untuk posisi kedua tangan anda harus dalam keadaan rileks. Pada tahap ini berat badan harus bertumpu pada kaki sebelah kanan.
Ketika mendengar bunyi “Ya” atau pistol, atlet harus menggerakkan kakinya ke depan dan jangan lupa untuk mengayunkan tangan ke arah belakang dan juga ke depan secara bergantian.
2. Teknik langkah kaki

Teknik ini berhubungan dengan langkah kaki anda pada saat jalan cepat. Anda harus menggerakkan kaki ke arah depan dimana berat badan nantinya harus bertumpu pada paha. Pada saat menggerakkan kaki ke depan, maka anda harus menekuk lutut bersamaan dengan ayunan kaki anda.

Selain itu, pada saat kaki menyentuh tanah, anda jangan sampai lupa bahwa yang harus mendarat terlebih dahulu yakni bagian tumit dan kemudian disusul dengan ujung kaki.

3. Teknik akhiran

Pada tahap atau teknik ini, anda harus tahu bahwasanya anda tidak diperbolehkan untuk langsung berhenti ketika anda sudah sampai pada garis finish. Akan tetapi, anda harus tetap melakukan gerakan atau lari jalan cepat tersebut sampai kurang lebih berjarak 5 meter dari garis finish dan barulah anda boleh berhenti.

Pada tahap ini pun anda disarankan untuk semakin memperlambat gerakan anda ketika anda sudah sampai pada garis finish. Hal ini bertujuan agar supaya otot atau kaki anda tidak sampai kaget ketika anda berhenti atau tidak berjalan cepat lagi.

Komentar